Tiga Menit Maryadi Melawan Buaya : Saya Tidak Tahu Ada Berapa Jahitan

Maryadi (43) tak menyangka ada buaya berukuran panjang sekitar dua meter di dekatnya.

Saat ia sedang menimba air di tambak milik Ruslan, tiba‑tiba sesosok predator keluar dari dalam air begitu cepat, lalu menyambar tangan kanannya.

Pertarungan sengit antara pria dua anak ini dengan buaya terjadi sekitar tiga menit. Beruntung cengkraman moncong predator berhasil dilepaskan.

BANGKAPOS.COM, BANGKA–PETANG itu, Rabu (27/3), merupakan hari yang tak pernah terlupakan bagi Maryadi.

Kejadian nahas membuatnya hampir saja mati. Namun takdir berkata lain, Yang Kuasa menyelamatkan nyawanya.

Walau menderita sejumlah luka, namun Maryadi bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

“Awalnya saya (Rabu 27/3 petang), bedayung pakai perahu. Sampai tambak ambil air asin pakai jeriken. Setelah dua jeriken terisi, saya berusaha mengisi lagi agar enam jeriken penuh.

Maryadi (43) tak menyangka, seekor buaya berukuran panjang sekitar dua meter berada di dekatnya.
Maryadi (43) tak menyangka, seekor buaya berukuran panjang sekitar dua meter berada di dekatnya. (Bangka Pos/Ferylaskari)

Namun ketika mau nimba air lagi pakai ember di bibir tambak, saya langsung disambar buaya,” kata Maryadi ketika ditemui Bangka Pos di kediamannya di Dusun I Desa Pagarawan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kamis (28/3).

Pria yang berprofesi sebagai penjual udang hidup untuk umpan pancing ini memiliki penakaran kecil di rumah, tak jauh dari Sungai  Selindung.

Agar udang umpan pancing tetap hidup dan segar sebelum dijual, maka sirkulasi di bak penampungan harus sering diganti.

Sehingga Maryadi terpaksa menimba air di lokasi tambak udang milik Ruslan, tak jauh dari rumahnya menggunakan perahu agar mendapatkan air asin berkualitas.

“Tapi saya malah disambar buaya. Kejadian setengah enam pas (petang). Padahal tak kelihatan ada buaya di situ. Saya turun dari perahu dan berdiri di darat tepi tambak. Tiba‑tiba saya langsung disambar.

Kondisi Maryadi dan buaya pemangsa yang berhasil ditangkap, Rabu (27/3/2019) malam.
Kondisi Maryadi dan buaya pemangsa yang berhasil ditangkap, Rabu (27/3/2019) malam. (IST/R Guzel)

Saya berusaha melepaskan cengkraman buaya di tangan sekitar tiga menit, hingga tubuh buaya sempat sedikit terangkat ke atas. Beruntung akhirnya cengkraman buaya bisa lepas,” kata pria yang  mengaku menderita luka pasca pertarungan sengit dan mendapat belasan jahitan di tangan kanan.

Setelah kejadian, Maryadi mengaku terkulai. Hampir seluruh tenaganya seolah habis terkuras.

Teriakan minta tolong masih semoat ia lontarkan. Sehingga sejumlah warga datang, mengevakuasi korban.

“Saya tak tahu lagi ada berapa jahitan di tangan. Yang jelas tangan saya bengkak, dan masih terasa sakit,” katanya.

Kepala Desa Pagarawan, Achmad Zainudin kepada Bangka pos, Kamis (28/3) mengatakan, penangkapan buaya menggunakan tali nilon. Sejumlah warga, termasuk ‘orang pintar’ ikut serta saat menaklukan buaya yang dimaksud.

“Saat didatangi ke lokasi kejadian, buaya itu langsung mendekat dan langsung dijerat menggunakan tali nilon,” katanya.

Kades tak menyangkal, keberadaan buaya di desa ini cukup banyak. Apalagi tambak milik Ruslan, tempat korban disambar berada di sekitaran daerah aliran Sungai Selindung.atau aliran Sungai Baturusa yang memang sudah terkenal sebagai sarang  predator ganas.

“Tambak udang milik Ruslan itu cukup luas dan sebagian tak terurus lagi. Tak hanya satu buaya di situ,” katanya.

Menurut Kades, buaya pemangsa Maryadi, sebenarnya masih tergolong kecil. Namun buaya seusia inilah yang seringkali nakal atau suka mengganggu.

“Ibarat orang bilang, buaya tengah gatel gatel e, tengah nakal‑nakal e,” katanya.

Di tambak milik Ruslan, tempat Maryadi disambar bahkan dipastikan terdapat seekor buaya ukuran besar, panjang sekitar tiga mater. “Namun yang ditangkap, khusus buaya yang kecil, yang menggigit Maryadi saja,” katanya.

 Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsel Merawang Iptu R Guzel kepada Bangka Pos, Kamis (28/3) menyatakan, situasi pasca kejadian dipastikan aman.

Pada Pukul 19.50 WIB setelah kejadian,  Warga Desa Pagarawan berkumpul di rumah korban yang beralamat di Dusun I Desa Pagarawan. Warga lalu pergi ke tambak Ruslan untuk Menangkap buaya tadi.

‘”Penangkapan buaya dipimpin Ahmad Zainudin, Kades Pagarawan menggunakan tali nilon sepanjang 10 meter.

“Pada Hari Rabu (27/3) sekira Pukul 20.30 WIB, buaya tersebut akhirnya tertangkap dan buaya dibawa ke rumah korban untuk diamankan, malam itu juga,” katanya.

Sementara itu buaya berhasil ditangkap oleh warga, Rabu (27/3) malam. Buaya diikat tali dan dibawa  ke rumah korban dan sempat jadi tontonan warga.

Setelah semalaman pasca penangkapan, buaya dibawa ke tempat penakaran buaya milik PT Timah di Airdayung Merawang Bangka. Di lokasi penakaran ini, buaya pemangsa korban dilepaskan dalam kolam berpagar besi. (Fery Laskari)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Tiga Menit Maryadi Melawan Buaya : Saya Tidak Tahu Ada Berapa Jahitan, http://bangka.tribunnews.com/2019/03/29/tiga-menit-maryadi-melawan-buaya-saya-tidak-tahu-ada-berapa-jahitan.
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan

About Setia Ariska

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*